Bersatu Dan Bertumbuh Di Dalam Kristus

Efesus 4 : 1 -16

502014285_univ_sqr_xl.jpg
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
“Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” adalah salah satu slogan pembakar semangat bangsa Indonesia pada zaman perjuangan kemerdekaan, yang tentunya tidak asing lagi bagi kita. Pada masa sekarang sogan ini pun masih relevan dengan situasi bangsa kita. Slogan ini mengandung suatu motivasi untuk menciptakan kebersamaan yang mampu menghadapi berbagai tantangan serta ancaman yang datang, baik dari dalam maupun dari luar. Sebab tentunya apabila yang ada adalah permusuhan dan bukan persatuan, maka cikal bakal kebinasaan telah nampak dalam kehidupan kita. Kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Lalu bagaimana dengan kehidupan bergereja atau berjemaat kita? Apakah persatuan harus kita wujudkan dalam kehidupan berjemaat kita? Mengapa kita harus mewujudkan persatuan dalam jemaat? Serta bagaimanakah upaya kita untuk mewujudkannya?


Saudara-saudara yang dikasihi oleh Allah.
Kota Efesus adalah sebuah kota metropolis dengan yang terletak di pantai laut Tengah. Efesus adalah ibukota dari Asia, wilayah kekuasaan Romawi. Kini kota tersebut dapat kita temukan puing-puingnya di negara Turki. Jemaat di Efesus, berasal dari latar belakang Yahudi perantauan dan Yunani. Di tengah-tengah kebudayaan Yunani- Romawi yang berkembang pada masa itu, jemaat Efesus mendapat begitu banyak tantangan dan ancaman. Mereka harus berhadapan dengan aliran penyembahan terhadap dewi Artemis/Diana, yang diyakini memberikan kesuburan. Selain itu mereka pun mendapat tantangan dari dalam jemaat sendiri. Di mana di kalangan jemaat timbul individualisme rohani. Mereka hanya mementingkan kepentingan kelompok mereka sendiri, yang tentunya seide dengan mereka. Kelompok ini hanya mengutamakan hal-hal yang bersifat rohani dan gaib serta tidak mau peduli dengan dunia sekitarnya. Kedua tantangan inilah yang dapat menghambat pertumbuhan gereje atau jemaat di Efesus.
Saudara-saudara yang Tuhan Yesus kasihi.


Oleh karena itulah dalam pembacaan kita rasul Paulus memberikan berbagai penjelasan kepada jemaat di Efesus. Pada ayatnya yang pertama, Paulus dengan tegas mengemukakan agar orang-orang percaya di Efesus menyadari panggilan mereka sebagai umat yang telah diselamatkan. Mereka telah dipanggil dari kegelapan lalu masuk pada anugerah keselamatan yang berasal dari Allah. Karena itu, mereka harus mewujudnyatakan keterpanggilan mereka itu, dalam kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan sikap hidup yang saling tolong-menolong. Dengan melaksanakan hal tersebut, kesatuan jemaat sebagai Tubuh Kristus yang telah menerima kasih karunia Allah akan terwujud. Damai sejahtera pun akan hadir dan jemaat pun akan bertumbuh.
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Allah.


Selanjutnya, pada ayat ketujuh rasul Paulus mengatakan bahwa Allah telah menganugerahi kasih karuinia-Nya kepada setiap orang percaya menurut ukuran pemeberian Kristus. Dalam hal ini Paulus ingin mengemukakan bahwa Allah telah mengaruniakan kepada setiap umat-Nya karunia yang berbeda-beda berdasarkan kehendak-Nya dan sejauh mana umat Allah tersebut mampu melaksanakan tugas pelayanan-Nya bagi pembangunan jemaat sebagai Tubuh Kristus. Karunia yang Tuhan berikan bukanlah bertujuan untuk memecah belah jemaat atau untuk menghancurkan jemaat, melainkan untuk menjaga, (seperti pelangi kalau cuman satu warna tidak disebut pelangi atau tidak indah, dari berbagai macam warna menghasilkan pelangi yang indah.) memelihara, serta melindungi kesatuan jemaat.


Sidang Jemaat Allah yang dikasihi Tuhan.
Paulus dalam ayat kesebelas memberikan gambaran tentang kasih karunia yang Allah berikan kepada para rasul, para nabi, para pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala, dan pengajar-pengajar. Mereka diberi karunia untuk memperlengkapi orang-orang kudus untuk pekerjaan pelayanan bagi pembangunan Tubuh Kristus. Orang-orang kudus di sini adalah umat yang telah dikuduskan dan diselamatkan Allah. Umat yang telah menjadi milik Allah untuk memberitakan perbuatan – perbuatan besar dari Dia yang telah memanggil umat-Nya keluar dari kegelapan lalu masuk pada terang-Nya yang ajaib (1 Petrus 2 : 9).


Sidang Jemaat Allah yang Kristus kasihi.
Tujuan dari memperlengkapi jemaat Allah tersebut,adalah. Pertama agar tercipta kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Allah. Apabila ada kesaatuan iman serta pengetahuan yang benar tentang Allah, maka akan menciptakan damai sejahtera dan jemaat akan bertumbuh dan berkembang dalam ikatan damai sejahtera tersebut. Kedua, Kedewasaan penuh. Kedewasaan penuh di sini bukan hanya dalam segi fisik saja, melainkan yang terutama adalah kesempurnaan dalam menghayati imannya bahwa Kristus adalah Kepala. Ketiga, pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Kristus memenuhi seluruh keberadaan kehidupan jemaat. Karena itu jemaat selaku Tubuh Kristus tidak dapat tumbuh tanpa Kepalanya, tanpa Pemimpin Agung, yaitu Kristus. Pertumbuhan jemaat adalah pertumbuhan karya Allah. Semakin subur jemaat hidup semakin nampak karya Allah yang besar itu.


Jemaat yang dikasihi Tuhan.
Kita hadir di tempat ini sebagai Tubuh Kristus, sebagai umat Allah, yang telah menerima anugerah keselamatan dari Allah. Walaupun kita berasal dari latar belakang suku, budaya, dan ekonomi yang berbeda-beda, tetapi kita adalah merupakan satu kesatuan dalam iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. Di dalam perbedaan itu Allah senantiasa berkarya dalam kehidupan kita. Kasih karunia Allah tetap dinyatakan-Nya. Kasih karunia Allah itu nampak melalui potensi yang kita miliki masing-masing. Tentunya potensi-potensi yang kita miliki harus mampu menumbuhkembangkan jemaat ini ( Bonto Borussu Bahore) dan bukan untuk memecah belah jemaat. Tanggung jawab untuk membangun jemaat ini bukanlah hanya menjadi beban pendeta, penatua, diaken, .Akan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh werga jemaat. Dengan demikian jemaat akan bertumbuh dan mampu menghadirkan damai sejahtera Allah di dalam pelayanan, persekutuan serta kesaksian umat Tuhan. ( jangan-jangan setelah memilih majelis yah kita bilang biarlah dia yanng atur semua, atau biarlah dia yang pergi ibadah


Sidang jemaat yang dikasihi Tuhan.
Hendaknya pertumbuhan jemaat kita bukan hanya menjadi pertumbuhan yang bersifat intern. Atau untuk membangun jemaat kita saja. Akan tetapi, kita pun mampu mewujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat, di mana kita berada. marilah kita menjadi pemberita-pemberita kabar keselamatan Allah melalui sikap dan tutur kata kita, yang berkenan kepada-Nya. Terpujilah Kristus. Amin.

Sanci Yanti Na’at/2015/GMIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.