YESUS Memimpinku

Po_vodam

Sdr(i)…… Apa yang muncul dibenak kita ketika kita mendengar kata Gembala? Gembala dapat berarti seorang penjaga atau pemiara binatang, dapat juga diartikan sebagai penjaga keselamatan orang banyak.
Dalam perikop pembacaan kita, Daud ingin menegaskan kepada kita tentang hubungannya dengan Allah, yakni sebagai Gembalanya (Ayat 1). Kita tahu bahwa Gembala selalu menyiapkan apa yang dibutuhk an oleh domba-dombanya. Ungkapan Gembala itu adalah bagian hati nurani Daud. Sehingga, Daud ingin menyampaikan bahwa kepada Gembala lah seorang hamba belajar. Hamba yang dimaksud disini ialah kita manusia dan Gembala yakni Allah. Di bawah bimbingan Gembala maka hamba menjadi tahu siapa yang menjadi leadernya (Pemimpinnya).
Disaat gembala mencari makanan bersama dombanya, ada banyak jalan yang mereka lalui yakni ada jalan yang miring, curam, bukit, gelap dan terang. Tapi kenapa domba tersebut tetap aman. Karena apa? Karena ada gembala sebagai kompas kehidupan bagi domba-domba tersebut. Gembala adalah seseorang yang bertanggung jawab atas kehidupan dan keselamatan ternaknya.


Dalam Yohanes 10:1-21 kita bisa melihat lebih jelas tentang pribadi Gembala yang baik melalui diri Yesus. “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” (ayat 11). Yesus sudah membuktikan sendiri akan hal itu, dan kita tahu pasti bahwa bersama Sang Gembala yaitu Yesus kita tidak perlu khawatir dalam menjalani hidup kita. Keselamatan domba-domba itu terletak di tangan gembalanya, dan Tuhan siap menuntun, menjaga dan melindungi kita karena Ia adalah gembala yang baik.
Hubungan Daud dengan Tuhan sangat begitu intim. Ketika Daud menulis Mazmur ini, ia ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa Tuhan yang digambarkan sebagai gembala adalah Tuhan yang selalu menuntun hidup Daud dan selalu berjalan bersamanya dan memenuhi apapun yang menjadi kebutuhannya. Maka dari itu Daud sangat yakin dan percaya pada Gembalanya.
Sdr(i)…. Dari perikop pembacaan kita saat ini, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari serta terapkan dalam kehidupan kita:


1. Memilih Dekat dengan Tuhan
Mazmur yang ditulis oleh Daud ini, digolongkan ke dalam mazmur nyanyian. Disebut demikian karena Daud membuat puisi ini sebagai ungkapan ketulusan dari hati, yaitu ucapan syukur atas pemeliharaan Tuhan di dalam dan sepanjang hidupnya. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengucap syukur atas pemeliharaan Tuhan sepanjang kehidupan kita saat ini? Apa yang kita telah lakukan sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada-Nya? Salah satu hal yang dapat kita lakukan yakni dengan mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Caranya yaitu dengan membangun hubungan yang lebih intim dengan Tuhan lewat Doa. Hal kecilnya yakni Doa pagi. Apakah kita sekalian yang hadir saat ini ketika bangun pagi langsung berdoa mengucap syukur karena masih diberikan nafas kehidupan untuk melanjutkan hari yang Tuhan masih anugerahkan atau malah langsung mengambil gadgetnya untuk lihat pesan dari doi?. Cara yang selanjutnya untuk lebih mendekatkan diri selain doa yaitu kita lebih aktif ikut dalam ibadah pemuda, aktif dalam kegiatan. Mari kita gunakan talenta yang sudah diberikan Tuhan kepada kita untuk memuji membesarkan nama-Nya sehingga kita makin mempererat hubungan kita dengan-Nya.

2. Melepaskan Rasa Khawatir
Dalam kehidupan kita, kita tidak bisa terlepas dari namanya permasalahan. Dalam kubu organisasi misalnya, kita tidak akan terlepas dengan kesalah pahaman, sakit hati, iri dengki antar satu dengan yang lain bahkan pergumulan yang sangat berat.
apakah kita masi yakin kalau Tuhan menaungi kehidupan kita, memelihara kita, ketika persoalan hidup itu datang menghampiri kita, sampai kita mengatakan tidak ada yang mampu untuk menyelesaikan persoalan kita, masih percayakah kita bahwa Tuhan adalah gembala yang sanggup mennolong kita?????? Meskipun tidak selamanya kita berada di jalan yang baik tetapi ingat bahwa Tuhan akan selalu ada bersama dengan kita,dibalik permasalahan itu semua ada pertolongan Tuhan. Kita tidak usah khawatir akan kehidupan yang kita jalani, sebab kita harus meyakini bahwa kehidupan kita dipimpin oleh Yesus.

3. Tuhan Menyediakan segala kebutuhan kita
– Walaupun dalam kehidupan kita, kita sering kali melupakan Yesus yang adalah sang Gembala yang baik dalam kehidupan kita namun Tuhan selalu menyertai kehidupan kita dalam kesulitan hidup kita dengan tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian, Ia selalu menuntun dan menyediakan penghiburan jika kita berduka.
– Memberi segala sesuatu yang terbaik bagi masa depan kita nanti. Tuhan sudah merancangkan masa depan yang indah buat kita domba-dombanya .

4. Tuhan adalah Penuntunku
Dalam ayat 3 pemazmur mengatakan “Ia menuntun aku di jalan yang benar”. Tuhan sang Gebala itu menuntun Daud dalam kehidupannya. Begitu pun dalam kehidupan kita. Tuhan selalu menuntun kehidupan kita agar selalu berjalan ke jalan yang Ia kehendaki. Di jalan itu Dia mengajarkan kita dengan firman-Nya dan membimbing kita dengan hati nurani dan pemeliharaan-Nya. Ia tidak ingin ketika kita ingin berbelok dari ajaran-Nya. Dalam kehidupan yang Tuhan masih anugerahkan kepada kita, kita tidak akan dapat berjalan jika Allah tidak menuntun kita kepadanya dan membimbing kita di dalamnya. Yang menjadi pertanyaan buat kita sekalian ialah: siapkah kita mau dipimpin oleh Tuhan untuk menjalani kehidupan yang masih Ia berikan kepada kita?

Sdr (i)….. Yesus rindu memberi ketenangan kepada kita, Yesus rindu untuk menjadi gembala yang baik bagi orang tua ditempat ini, saudara-saudari dan saya. Tetapi Yesus tidak dapat menjadi gembala yang baik bagi kita, bila kita tidak menyerahkan kehidupan kita kedalam tangan penggembalaan-Nya.
Sdr(i) Yesus sudah menunggu di depan pintu hati kita, Ia selalu mengetok pintu hati kita agar kita dapat menyerahkan hidup kita untuk di gembalakan oleh-Nya. Namun sadarkah kita akan hal itu ? sudahkan kita dengan kerendahan hati memanggil Yesus, mengundang Yesus secara pribadi masuk ke dalam hati pikiran serta kehidupan kita sehingga dapat selalu dipimpin oleh-Nya? Marilah saudara(i) pulang dari tempat ini mari kita mengundang Yesus masuk dalam kehidupan kita, agar ia dapat menjadi gembala/dapat memimpin kita ke arah yang Ia kehendaki. Marilah kita datang kepada Yesus agar Dia menggembalakan kehidupan kita, membuat perasaan kita tenang, dan menuntun kita ke jalan tempat yang aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.